Sabtu, 19 Maret 2016

Dramatisasi Sengsara Yesus dalam balutan budaya



Setelah sekitar empat Tahun Tablo Dramatisasi Sengsara Yesus tidak dipentaskan, Hari Jumat Kemarin (18/3), OMK Kambajawa kembali lagi mementaskan Jalan Salib Hidup, dalam balutan pakaian adat.

Adapun Sutradara Tablo kali ini ialah Umbu Nababan , menurutnya ini sebuah kegembiraan yang teramat besar karena diberi kesempatan untu melayani di Gereja asalnya setelah dua tahun berturut-turut menjadi sutradara pada Jalan Salib yang di adakan oleh Gereja Eukumene “saya sangat bergembira dengan pengalama ini, ini pengalaman pertama menyutradarai Tablo di Gereja sendiri, saya sangat berterimakasih dengan kesempatan yang diberikan”.

Sore itu suasana sangat khitmat, Tablo yang di pentaskan di lokasi pekuburan di penuhi oleh ratusan umat yang antusias mengikuti rangkaian ibadat jalan salib tersebut, tampak hampir sebagian umat menitikan airmata ketika meresapi dramatisasi yang dilakukan oleh orang muda katolik yang hampir sebagian besar adalah remaja. Tidak lupa pujian demi pujian dilontarkan setelah selesai ibadat jalan Salib, tampak dari ramainya permintaan foto umat dengan para pemain Tablo.

Charles yang akrab disapa Chae, pemeran Herodes dalam Tablo kali ini, tidak ketinggalan meluapkan emosinya “selama saya mengikuti Tablo bertahun-tahun, baru kali ini saya menjatuhkan air mata, apalagi ketika penyiksaan Yesus, bagus itu anak yang baca puisi” tuturnya berapi-api.

Tidak ketinggalan, Romo moderator Romo Eduard yang akrab disapa Romo Edi, Romo yang dikenal sangat dekat dengan anggota OMK ini, menuturkan kegembiraan atas kesuksesan Tablo dan berjanji Tablo tahun depan akan dipersiapkan lebih matang “ Tahun depan kita harus persiapkan Tablo kalau perlu sudah mulai sekitar Bulan Januari, dan semua umat yang datang harus memakai pakaian adat istiadat” ujar Romo Edi. (UN)
Pemeran Tablo

0 komentar:

Posting Komentar